Transhumanism

January 11, 2009

This Universe of Mankind?

Human–Made Universe!

In every “real” encounter with science and technology, one will always experience a kind of revolution. In Indonesian literary history, very few writers are well versed in exposing the dramatics of the encounter, and the impact that leads to the birth of a new awareness: an era unimaginable before. Among the few is Pramoedya Ananta Toer, a victim of the New Order regime and the most famous Indonesian prose writer in the 20th Century. In the second page of This Earth of Mankind, the first book of ‘Buru Quartet,’ Pramoedya presents Minke’s confession, the protagonist, that, “I was still very young, just the age of a corn plant, yet I had already experienced modern learning and science: They had bestowed upon me a blessing whose beauty was beyond description.”[1]

Detail terbalik "Penciptaan Adam" Michelangelo

Read the rest of this entry »

Transhumanisme

September 19, 2008

Semesta Manusia

Setiap perjumpaan sejati dengan ilmu dan teknologi, selalu saja berarti perjumpaan dengan revolusi. Dalam sejarah sastra Indonesia, sangat sedikit penulis yang cukup bagus membabar dramatik perjumpaan itu, dan akibat-akibatnya bagi kelahiran sebuah kesadaran baru, sebuah era yang tak terbayangkan sebelumnya. Di antara yang segelintir itu, adalah Pramoedya Ananta Toer. Di lembar awal tetralogi Roman Pulau Buru, sastrawan-setengah-padas itu menghadirkan pengakuan Minke betapa, “Dalam hidupku, baru seumur jagung, sudah dapat kurasai: ilmu pengetahuan telah memberikan padaku suatu restu yang tiada terhingga indahnya ” (Bumi Manusia, hal.2)


Detail terbalik "Penciptaan Adam" Michelangelo

Adam Mencipta. Detail terbalik "Penciptaan Adam" © 1511 Michelangelo

Dengan ilmu yang didapat dari sekolah dan ia saksikan sendiri pernyataannya dalam hidup, Minke mengalami persentuhan yang membikin pribadinya jadi lain dari kaum sebangsanya. Dari pencapaian-pencapaian besar nalar yang datang dari Eropa itu, Minke menyerap satu kata ajaib; satu kata yang menggelumbang dan membiak diri seperti bakteria; satu kata yang tak saja mengubah cakrawala dan jalan hidup Minke, tapi juga mengubah benua dan apa saja yang dilewatinya: Modern!

Read the rest of this entry »