Obituari

December 27, 2019

Habibie yang Paripurna

Budaya pop Indonesia, lewat salah satu lirik Iwan Fals, menetapkan ukuran tertinggi kepintaran manusia, yakni “seperti otak Habibie.” Otak Habibie sudah menimbulkan rasa kagum di kalangan rekayasa dan konstuksi Jerman, bahkan sebelum ia mengukir prestasi di dunia penerbangan. Ia misalnya berhasil membuat gerbong kereta yang tingkat kekuatannya dianggap mustahil pada waktu itu, yakni gerbong yang mampu menahan tekanan 200 ton.

habibie-kertas

Tapi memang, kontribusi teknologis Habibie di ranah aeronautika itulah yang paling dikenal luas. Setengah abad yang silam, dunia penerbangan masih dihantui oleh kekaburan pengetahuan tentang ketangguhan konstruksi pesawat. Penampakan luar sebuah pesawat terbang memang bisa saja halus mulus tanpa cacat. Tapi, seperti buah apel yang terlihat menggiurkan namun mengandung ulat di dagingnya, pesawat yang tampak cantik bisa dikremus perlahan oleh keropos dan retakan yang tersembunyi. Hantu retakan yang tak terdeteksi inilah yang merundung industri pesawat terbang sampai sekitar 50 tahun lalu. Pemakai dan produsen sama-sama tidak tahu persis, sejauh mana bodi pesawat terbang masih andal dioperasikan.

Read the rest of this entry »