Equestrian

December 22, 2008

Ras el Fedowi

Senja itu saya sedang duduk menyusun kembali rasa purba Greek Coffee yang disajikan dalam demitasse mungil buatan Cina. Setahun sebelumnya, di Pulau Corfu, pramusaji ayu  yang tersenyum simpul melihat saya bolak balik memesan larutan oker pekat berbuih yang “keras” itu, memberi tahu bahwa kopi ini sesungguhnya adalah Kopi Turki.  Asal sebenarnya tentu lebih jauh lagi, di belukar prasejarah jantung Afrika. Kafe di lantai atas Museum Benaki itu dirancang mirip aquarium, memberi sajian tambahan buat pengunjung: pandangan terbuka ke cakrawala dan ke salah satu sudut penting Athena, yang saat itu tengah jadi tuan rumah Pesta Olimpiade Musim Panas 2004. Hampir semua kursi di kafe itu terisi. Saya sedang melamun, menyesap kafein dan kardamom, menyicip kue jahe dan coklat, ketika seorang pengunjung minta izin untuk ikut menikmati sajian pesanannya di meja saya.

The-Heron-Hunt-large

Kami pun kemudian berkenalan. Di lantai bawah museum, kami sempat bertukar pandang, sebelum ia menghilang ke ruang lain yang menggelar berbagai benda seni dan budaya warisan Islam yang datang dari Asia Tengah. Museum Benaki, museum tertua di Yunani yang bergerak sebagi yayasan milik pribadi,  punya koleksi benda seni dan budaya warisan Islam yang termasuk paling berharga di dunia. Selain dari Arabia, koleksinya berasal dari Persia, Mesopotamia, India, Asia Kecil, Mesir, Afrika Utara, Sisilia dan Spanyol. Entah bagaimana awalnya, kenalan baru itu tiba-tiba bertanya: di samping jalinan panjang ayat Qur’an, apa lagi hal paling berpengaruh yang diwariskan Nabi Muhammad? Mungkin karena saat itu dalam suasana Olimpiade, mungkin juga karena terpikat oleh jalinan rambut pirangnya serta alusi yang ada dalam pertanyaanya, dengan enteng — sembari menghirup tetes wangi terakhir — saya jawab: rantai genetis Kuda Arab.

alfred-de-dreux-1

Di luar dugaan, dia setengah bersorak menyerukan setuju. Rupanya, mahasiswi UniversityCollege,Dublin, ini juga seorang equestrian yang kadang bertanding dalam disiplin dressage (tunggang serasi). Beberapa kali ia bergabung dengan klub pemburu rubah (fox-hunting) yang memacu tunggangannya melompati semak dan pagar padas di padang-padang dan lahan pertanian Irlandia, negeri tempat lahir steeplechase dan showjumping. Hungaria, tanah leluhur dia, termasyhur sebagai negeri pembiak  ras kuda yang sangat mereka banggakan: Shagya-Arabian.

Bersama anjing dan kucing, kuda jelas adalah hewan yang paling dekat dengan manusia. Buat para pendekar Pasola di Pulau Sumba, hewan terpenting adalah kuda, dan kerbau. Melebihi anjing, kucing, dan kerbau, kuda adalah hewan paling berpengaruh dalam perkembangan sejarah. Jika ada tiga hal yang merekahkan fajar peradaban manusia, maka itu pastilah: penciptaan aksara, penemuan roda dan penjinakan kuda. Seperti ditandaskan Alfred Weber dan Karl Jaspers, meluasnya domestikasi kuda sebagai hewan pacu dan penarik kereta adalah penyebab mekarnya die Achsenzeit (sumbu sejarah), di sekitar abad ke-8 hingga abad ke-3 SM.

pasola-campbell-bridge

Kurun penting dalam sejarah manusia itu, dengan pengaruh yang masih sangat kuat hingga hari ini, ditandai oleh bangkitnya para perenung, penyair, filosof dan pembentuk agama-agama besar dunia. Ajaran Zarathustra yang disusun dalam kitab Avesta, menyebar di Persia. Di Yunani, filsuf-filsuf seperti Sokrates, Plato dan Aristoteles, mendebat orang dan menyebar ajaran. Di anak benua India mengembara Sidharta Gautama, Mahavira dan para pemikir Upanishad. Di daratan Tiongkok hadir Lao Tse, Mo Tsu dan Khong Hu Cu. Di Timur Tengah, para Nabi Yahudi datang menyeru dan membentangkan nubuat di gerbang kota, dan dari sana membuka jalan penuh ilham bagi pembentukan kelompok studi yang kelak mengawali Kristen dan Islam.

chinese-horse-ha-kan-tang-dynasty

Sumbangan besar kuda muncul bukan hanya pada kemampuannya mengangkut tubuh dan mempertemukannya dengan manusia yang lain, menyebarkan sekaligus menyilangkan berbagai pikiran dan imajinasi. Sebuah catatan yang berasal dari kurun 3000 tahun yang silam menyebut tentang para pengembara yang menguasai steppa Asia Tengah dan Eropa Timur yang menjadikan punggung kuda mereka sebagai tanah air mereka: alam semesta mereka — seluruh kehidupan mereka berpusar di atas punggung kuda; mereka makan, tidur, dan bertempur di atas punggung kuda.  Tegak di atas punggung kuda, manusia beroleh rasa percaya diri yang lebih kokoh, dan perasaan tentang ruang dan waktu yang lebih dinamis. Lompatan kecil dari jalan kaki ke penunggangan kuda, agaknya memang mirip dengan mikraj mungil Neil Armstrong di wajah bopeng bulan: keduanya memungkinkan lahirnya sebuah kurun yang mengubah perkembangan kehidupan pikiran dan rohani manusia.

jockey-artemision

Adalah kuda yang memungkinkan manusia pertama kali membentuk peradaban besar, setidaknya di Asia, Afrika dan Eropa. Sosok kuda yang mencongklang, terpampang sejak dari papirus dan dinding piramid Mesir, hingga ke gerbang kota Mesopotamia dan relief tembok istana raja Nimrud, Assyiria. Penghormatan pada kuda terlihat pada patung batu Yunani yang dipersembahkan untuk Dewi Demeter; atau pada patung perunggu Alexander yang sedang menunggangi Buchepalus, kuda jantan turunan rumpun Turkmenian yang menemaninya mewujudkan cita-cita penyatuan Barat dan Timur. Ketika kuda perkasa itu meninggal setelah sebuah pertempuran berat di India, Alexander menunjukkan balas jasanya dengan sebuah pemakaman militer besar-besaran, lalu mendirikan sebuah kota yang diberi nama menurut nama kuda itu: Buchepalia.

Kuda bahkan dianggap sebagai sahabat paling layak di langit surgawi, seperti yang ditunjukkan oleh patung-patung kuda, kereta dan tentara terakota berjumlah ribuan yang ditemukan pada mausoleum kaisar pertama Tiongkok yang berhasil menyatukan negeri luas itu: Qin Shi Huang. Kita pun bisa berkata bahwa selain oleh seruan pembebasannya, Islam menyebar antara lain karena para ksatria muslim bisa bergerak cepat akibat jasa kuda Berber (Barb), kuda Turki (Akhal-Teke) dan tentu saja kuda Arab.

Setelah Semenanjung Iberia jatuh ke tangan tentara Thariq bin Ziad, kuda Arab dan khususnya kuda Berber membawa pengaruh besar pada kuda Lusitano Portugis dan Andalusia Spanyol, yang kemudian meninggalkan jejak tak terhapuskan pada kuda Friesian Belanda, kuda Lipizzaner Slovenia, dan banyak lagi kuda ras lama Eropa. Dibawa oleh para conquistadores menyerbu ke Amerika, kuda Andalusia menurunkan ras Mustang, Appaloosa dan sebagian besar kuda yang berbiak di benua temuan baru itu. Tapi memang, ras yang paling besar pengaruhnya di dunia ini, tak lain adalah kuda Arab.

godolphin-arabian-scham

Seluruh kuda pacu Thoroughbred yang ada di bumi, adalah turunan dari tiga kuda jantan yang berasal dari wilayah kaum muslimin. Ketiga kuda perkasa itu adalah Godolphin Arabian, Darley Arabian, dan Byerley Turk. Kenalan baru bermata biru langit itu mengatakan bahwa Thoroughbred yang mulai dibiakkan di Inggeris pada abad ke-18 itu, sekitar 80% merupakan turunan dari salah satu di antara tiga pejantan itu. Belakangan, angka si jelita disempurnakan oleh The New Scientist. Majalah berita sains dan teknologi terdepan di dunia itu, pada edisi 6 September 2005 lalu melaporkan hasil pemetaan DNA yang menandaskan bahwa dari seluruh kuda pacu Thoroughbred yang ada di dunia, 95 persen mewarisi DNA si jantan Darley Arabian yang konon nama aslinya adalah Ras el Fedowi (Si Keras Kepala), dari cabang keluarga Mu’niqi.

darley_arabian-george-ford-morris

Rasulullah SAW punya peran yang sangat krusial dalam pemuliaan kuda Arab. Menurut Mumtaz Ali Tajuddin S. Ali yang melacak akar pacuan kuda dalam Islam, bahkan dalam Qur’an pun kata kuda — atau metafor yang merujuknya — muncul berkali-kali dan menjadi nama surah. Sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim menyebutkan anjuran Nabi kepada ummatnya untuk menguasai keterampilan memanah, berenang, dan berkuda. Hadis lain yang diriwayatkan Masnad menyebutkan penegasan Rasulullah tentang berkah yang terkandung pada jidat kuda yang menggelembung (jibbah). Para sheikh Beduin yang termasyhur memperlakukan hewan itu sebagai anak sendiri — kuda-kuda itu diberi tempat khusus dalam kemah dan diberi makan dengan cara disuap — konon sanggup merunut silsilah kudanya sampai ke rombongan kuda betina Rasulullah.

byerley-turk

Ada banyak hal memang yang membuat kuda Arab punya akar yang kukuh dalam sejarah Islam; membuat para sheikh begitu cermat mebiakkan kuda-kuda mereka hingga menghasilkan kuda paling anggun di dunia. Kuda-kuda itu demikian bagus dan teruji sehingga, tanpa seruan dakwah dan kecerdasan militer sekalipun, mereka tetap saja meyebar ke seluruh dunia dan ikut membentuk sejarah modern.

Warren Hasting's Arabian George Stubbs

Legenda tentang ketatnya para sheikh Beduin menjaga kuda-kuda terbaik mereka agar tidak sampai pergi meninggalkan wilayah puak mereka, muncul di banyak kepustakaan. Namun karena mutu kuda-kuda pilihan itu memang luar biasa, orang-orang Eropa dan Amerika mencoba dengan segala cara untuk membawanya keluar. Konon, Darley Arabian bisa sampai ke Inggeris pada 1704, setelah sebuah strategi khusus berhasil dilaksanakan: Sheikh Mirza II, pemilik kuda menakjubkan itu, menolak berpisah dengannnya, kendati sebelumnya ia sudah setuju menjualnya dengan harga yang sangat tinggi ke Thomas Darley, perwira Inggeris yang juga bekerja sebagai pedagang. Dengan bantuan sejumlah pihak, sang perwira terpaksa menyelundupkan kuda itu keluar dari Aleppo, Syiria.

count-rzewuski

Count Waclaw Rzewuski. Kelak menjadi Amir Taj al-Fahar ‘Abd al-Nishaani. Sumber: http://www.saudiaramcoworld.com

Kisah yang lebih legendaris adalah upaya bangsawan Polandia, Count Waclaw Rzewuski, di paruh pertama abad ke-19.  Selama dua tahun ia berkuda dari  Ukrainia menuju jantung padang pasir Arabia yang tak pernah dilihatnya, hanya untuk mendapatkan kuda-kuda Arab paling murni. Lewat berbagai benturan kultural, konfilk politik dan krisis finansial, ia akhirnya pulang bukan lagi sebagai seorang bangsawan Polandia, tetapi sebagai seorang pangeran Beduin yang mendapat gelar Amir Taj al-Fahar ‘Abd al-Nishaani. Selain gelar dan berbagai pengetahuan tentang kebudayaan Arab yang mendalam, Sang Amir juga memperoleh puluhan kuda Arab terbaik dan kelak membuat Polandia pada waktu itu menjadi negeri pembiak kuda Arab terbaik di seluruh Eropa.  Penyair romantik terbesar Polandia Adam Bernard Mickiewicz (1798-1885) mempersembahkan sajak bertajuk “Faryz” untuk Sang Amir Berjanggut Emas dan kuda Arabnya.

Bersama turunannya — ras pacu Thoroughbred Inggeris — kuda Arab dihormati sebagai pemulia seluruh kuda tunggang di dunia, dan membekaskan pengaruh yang tak terhapuskan dalam sejarah kavaleri. Jika memungkinkan, banyak jenderal besar memilih untuk menunggangi kuda Arab, seperti Napoleon yang menunggangi Morengo, atau George Washington dengan Ibnu Ranger. Karena kebutuhan tantara kavaleri begitu besar sementara pasokan kuda Arab sangat terbatas, akhirnya kuda-kuda jantan Arab, dan Thoroughbred, disilangkan dengan kuda-kuda betina lokal, melahirkan berbagai varietas kuda yang secara umum disebut Warmblood. Jika tak dikerahkan sebagai prajurit  perang, kuda-kuda ini dipertandingkan sebagai atlit dengan nilai ekonomi, sosial dan pendidikan yang sangat besar.

arabianhorse

Pembiakan kuda Warmblood, Throughbred dan Arab, sejak beberapa dekade terakhir, telah menjadi industri dengan nilai ekonomi trilyunan dollar per tahun. Kuda Arab pun menyebar ke seluruh permukaan bumi, dengan pertumbuhan terbesar di Amerika Serikat. Jumlah kuda Arab di Amerika kini bahkan lebih besar dari jumlah  seluruh kuda Arab di luar Amerika digabung jadi satu. Karena pembiakan kuda Arab di sejumlah peternakan besar yang tersebar di lima benua, dilakukan dengan bantuan ilmu pengetahuan mutakhir, maka banyak kuda Arab hasil pembiakan di luar Arab justeru punya mutu yang lebih bagus dari kuda Arab yang dibiakkan di Arab sendiri. Fakta ini menandaskan bahwa seluruh warisan Rasulullah, entah itu jalinan ayat Qur’an atau rantai genetis kuda Arab, memang tak bisa dimonopoli oleh satu golongan atau satu ummat, dan hanya bisa berkembang luas jika dirawat secara rasional: warisan itu perlu dibebaskan dari kerangkeng resep-resep ortodoks dan diberi kebebasan memanfaatkan perkembangan ilmu dan teknologi mutakhir.

lascaux_horse

Peradaban manusia makin bermartabat karena ada sejumlah orang yang terus menghasilkan hal-hal yang baik, dan sejumlah yang lainnya merawat dan menyebarluaskan hal-hal yang baik itu. Antonis Benakis (1873-1954), turunan diaspora Yunani yang terbawa ke Mesir dan membangun museum untuk merawat warisan seni dan budaya Yunani, Cina, Koptik dan Islam, adalah bagian dari mereka yang hendak meneruskan khazanah yang menjalar secara memetik (dari kata meme: produk kognitif terkecil yang bisa menyebar). Keluarga Al Maktoum yang mengorganisir lomba pacu (Dubai World Cup) dan showjumping (Al Maktoum Challenge) yang menawarkan hadiah yang paling tinggi di seluruh dunia, adalah bagian dari mereka yang hendak mengembangkan khazanah warisan Rasul yang terutama menyebar secara genetik. Penguasa Uni Emirat Arab ini juga membangun institusi untuk mengukuhkan budaya berkuda di kalangan anak-anak dan remaja. Keluarga ini tentu akan mengangguk pada kesimpulan John Jeremiah Sullivan: “A person today who knows horses, really knows them, understands more about what it meant in the past to be human than the most knowledgeable historian.”***

Nirwan Ahmad Arsuka

Versi awal dimuat di Majalah Azzikra, edisi Februari 2006.

franz-blue-horse2

Advertisements

4 Responses to “Equestrian”

  1. Nuntung Says:

    Nyamanna belah…:) malam yg dibalut dingin, lalu kita seperti minum sarabba na pisang goreng membacanya…

  2. aim Says:

    Tulisan ini baru pertama kali aku baca. Ternyata Mas Nirwan fasih sekali menguasai peradaban kuda. Coba kapan-kapan menulis tentang peradaban semut dan lebah juga, tentu ga bakal kalah seru. hehehe

  3. little missy Says:

    Thanks for writing it. It’s been a wonderful new knowledge for me. Thanks a lot :)

  4. Esti Wahyu Says:

    Meramu sains dan humaniora dengan sentuhan seni yang nikmat. Menarik untuk dibaca dan dijadikan bahasan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: